Bismillah, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..
Halo pembaca budiman yang semoga dirahmati Allah, semoga selalu dalam keadaan sehat dan Allah mudahkan urusannya yaa. Aamiin..
Hari ini ditanggal aku menulis ini adalah hari Ahad 24 Mei
2026, pukul 01:36 dini hari. Ditemani segelas kopi dan bolu wortelnya yang aku
beli kemarin setelah dinas pagi.
Rasanya hari-hari ini begitu melelahkan, terasa penuh,
sesak dan tidak bertenaga.
Aku mengizinkan diriku untuk tidur lebih awal di beberapa hari terakhir, bukan tanpa alasan. Ahad lalu, aku sempat pingsan setelah lari dengan high intensity (HR zona 4), mandi dan makan. Hal tersebut mungkin terjadi karena kelalaian aku sendiri, tidak memperhatikan heart rate karena keasikan lari sendiri ditanjakan dan turunan, dan kurang hidrasi selama olahraga. Dan yaa.. mungkin karena lebih sering latihan beban dibanding latihan kardio juga salah satu penyebabnya. Kardio tiba-tiba HR zona 4, alamak jaang ahahahah. Cari penyakit sih.
Tapi jujur efeknya masih terasa sampai hari ini, rasanya
pusing, lemas dan tidak bertenaga walaupun ketika dicek semuanya normal. Mungkin
fisiknya normal, tapi beban psikologisnya hanya aku dan Allah yang tahu ya jiaahaha.
Hari-hari berlalu, tidak terasa sudah hampir setengah tahun 2026 berjalan dan aku masih sibuk dengan kedebag-kedebug kehidupan duniawi. Rasanya sangat merindukan kehidupanku yang ber-genre sport and adventure itu. Hidup yang penuh dengan morning routine, night routine, belajar, journaling, olahraga 3-4x/pekan walaupun bukan atlet, dan sesekali main ke gunung atau bukit.
Tapi itu dulu, sekarang rasanya rutinitas lebih berantakan,
jadwal belajar berantakan, ibadah kurang maksimal, olahraga 1x/pekan sudah alhamdulillah,
dan hati yang terasa lebih kering.
Sampai aku menyadari sebuah sisi, kenapa majelis ilmu dikatakan sebagai taman-taman surga. Karena meskipun aku pergi ke tempat-tempat terindah sekalipun, tidak akan pernah sama rasa ketenangan dan kebahagiaannya ketika berada di dalam majelis ilmu.
Untuk hari-hari yang terasa berat akhir-akhir ini aku menyadari, mungkin karena aku tidak lagi memprioritaskan ilmu sebagai kebutuhan, (padahal kita membutuhkan ilmu disetiap sendi kehidupan). Kemudian aku juga lebih sering mengandalkan diri sendiri dan kurang dalam meminta pertolongan kepada Allah. Betapa lemahnya diri ini.
Teringat sebuah nasihat yang indah dari Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Hafidzahullahu Ta’ala.
“Kita ini makhluk yang lemah, dan makhluk yang lemah ini harus tahu diri. Perbanyak minta tolong kepada Allah.”
Dalam sebuah buku dikatakan :
Sungguh ulama-ulama terdahulu meminta kepada Allah untuk
setiap perkara dalam kesehariannya, bahkan untuk hal-hal yang dianggap remeh.
Ibnu Rajab mengatakan “Dahulu para salaf meminta kepada
Allah dalam shalatnya semua kebutuhannya sampai-sampai garam untuk adonannya dan tali kekang untuk
kambingnya.”
Sebuah nasihat yang sangat indah, semoga Allah tolong kita untuk menjadi hamba yang senantiasa berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah dalam urusan apapun, bahkan hal yang remeh sekalipun.
Tulisan ini dibuat untuk menjadi pengingat bagi diri sendiri, bahwa mungkin hari-hari ini adalah hari yang tidak kita sukai namun kita tetap bisa menjalaninya dengan meminta pertolongan Allah.
Untuk hari-hari yang terasa berat, semoga menjadi sebab
kita lebih sering mengangkat tangan untuk berdoa dan meminta pertolongan kepada
Allah.
Sekian untuk tulisan kali ini, semoga Allah senantiasa memudahkan urusan-ursan kita. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin.



0 Comentarios